Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Close

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Close

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close

5 Tips Sebelum Membeli AC

Di zaman sekarang, AC cukup dibutuhkan baik untuk rumah, terlebih kantor. Makanya tak heran, muncul banyak merk yang berlomba-lomba dengan menawarkan produknya dengan berbagai fitur yang dimiliki. Berbagai fitur yang ditawarkan seolah-olah bermaksud membingungkan konsumen yang lupa bahwa tujuan utama AC itu sendiri adalah sama, yakni mendinginkan ruangan. Namun hal yang patut dicatat, alih-alih menguntungkan justru bisa membuat Anda 'rugi' jika tidak tepat dalam memilih/ membeli AC, baik rugi karena boros listrik ataupun rugi atas ketidaknyamanan dari AC tersebut. Dan berikut ada 5 tips sebelum membeli AC yang bisa Anda ikuti:

  1. Pilih PK yang tepat sesuai kebutuhan Anda
    Pemilihan PK pada AC yang tidak tepat dapat membuat Anda tidak nyaman dan boros dalam penggunaan listrik. Untuk itu, Anda perlu mencari tau berapa PK yang Anda butuhkan. Penggunaan PK yang kurang besar akan mengakibatkan ruangan terlambat dingin atau bahkan terasa kurang dingin. Sebaliknya jika penggunaan PK terlalu besar dapat mengakibatkan ruangan terlalu dingin dan boros listrik. Cara mengetahui berapa PK yang dibutuhkan, Anda bisa menghitungnya dengan rumus berikut:

    = Luas ruangan (m2) x 500
    = ....

    Hasilnya bisa dicocokkan dengan Btu pada AC, berikut ada standard minimal Btu per PK.

    1/2 PK = 5000 Btu/h (ukuran ruangan 10 m2)
    3/4 PK = 7000 Btu/h (ukuran ruangan 14 m2)
    1 PK = 9000 Btu/h (ukuran ruangan 18 m2)
    1,5 PK = 12000 Btu/h (ukuran ruangan 24 m2)
    2 PK = 18000 Btu/h (ukuran ruangan 36 m2)

  2. Penggunaan Listrik
    Setelah Anda sudah memutuskan berapa PK AC yang akan Anda beli, Anda selanjutnya mencari watt penggunaan AC baik saat tarikan awal (pertama dinyalakan) hingga pada saat berjalan. Semakin besar watt/daya, semakin besar biaya listrik yang dikeluarkan dengan intensitas waktu yang sama.

  3. Tipe Standard, Low Watt atau Inverter?
    Tipe AC Split bisa dibagi menjadi 3 tipe, yaitu standard, low watt, dan inverter. Tipe low watt sebenarnya tipe standard juga yang penggunaan daya pada kompressornya dikurangi agar hemat listrik. Tipe ini cocok digunakan untuk rumah dengan daya listrik kecil. Dari segi konsep kerja, tipe low watt dan tipe standard sama. Berbeda lagi kalau tipe inverter. AC tipe inverter akan bekerja amat keras di tarikan awalnya, sehingga proses pendinginan ruangan lebih cepat. Setelah mencapai suhu yang diinginkan, AC inverter akan mengurangi kinerjanya.

    Berikut cara mudah memilih tipe AC:
    - Rumah dengan daya listrik kecil -> AC low watt
    - Pintu ruangan AC sering dibuka tutup -> AC standard atau low watt
    - AC sering dimati-nyalakan -> AC standard atau low watt
    - AC bekerja untuk waktu pendek -> AC standard atau low watt
    - AC bekerja untuk kondisi lama -> AC Inverter

  4. Fitur Tambahan
    Diantara banyaknya fitur tambahan yang ditawarkan, Anda cukup memprioritaskan fitur pembersih udara dan penghilang bau tak sedap. Fitur ini memiliki nama yang beda-beda di tiap merk AC. Pada merk Sharp, teknologi ini dinamai Plasmacluster.

  5. Harga
    Jika Anda sudah cukup paham dengan AC yang akan Anda beli, selanjutnya Anda bisa melakukan survey mengenai harga. Di jaman serba teknologi sekarang, Anda bisa mendapatkan info dengan mudah di internet, sehingga ketika Anda berencana untuk membeli langsung (tidak online) Anda sudah mempunyai patokan mengenai harganya.

Oke mungkin itu saja tips sebelum membeli AC yang bisa kami berikan, semoga bermanfaat yaa..

Referensi: arjunaelektronik.com

 

Share:

Related Post

Comments