Error message here!

Hide Error message here!

Forgot your password?

Close

Error message here!

Error message here!

Hide Error message here!

Close

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

Error message here!

Back to log-in

Close

Benarkah Daging Kambing Penyebab Penyakit serius?

Belakangan, tidak sedikit orang yang mulai mengurangi konsumsi daging kambing. Alasan yang sering dipakai adalah kandungan kolesterol yang tinggi pada daging kambing. Padahal, jika dikonsumsi sewajarnya (tidak berlebihan), daging kambing tidak berisiko menimbulkan penyakit. Disamping itu, hal yang perlu dihindari sebenarnya adalah lemaknya, bukan dagingnya. Daging kambing segar bagian perut memiliki konsentrasi asam lemak jenuh 41, 67% dari bobot tubuh kambing.

Asam lemak jenuh daging kambing yang memiliki konsentrasi paling tinggi adalah palmitat. Menurut Koswara (2006), palmitat merupakan salah satu asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol serum dan kadar lipoprotein low-density-lipoprotein (LDL). Selain lemak, pengolahan masakan yang tidak sehat juga perlu dihindari. Olahan daging kambing biasanya dengan menggunakan santan dengan kadar garam yang tinggi. Mengakibatkan sebagian orang mengalami hipertensi akibat kadar garam yang tinggi. Konsumsi daging kambing dalam janga waktu pendek dalam jumlah yang besar seperti dihari raya Idul Adha mengakibatkan tubuh merespon secara signifikan sehingga pencernaan bekerja dua kali lebih berat.  Tentu sebagian orang akan mengalami masalah kesehatan seperti sembelit, gastroesphageal reflux disease.

Beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi daging kambing berlebihan yaitu

  1. Gangguan pencernaan
    Lemak jenuh kambing tertimbun berlebihan di lambung dan dihati. Biasanya penderita akan merasakan panas di dada atau heartburn.
  1. Penyakit gastroesphageal reflux disease
    Penyakit gastroesphageal reflux disease  merupakan indikasi gaya hidup seseorang yang kurang sehat. Mereka yang memiliki kebiasaan buruk mengenai pola makan dan kebiasaan, sangat rentan terkena penyakit ini. Hal ini terjadi karena asam lambung naik dan berbalik arah ke kerongkongan. Biasanya terjadi karen klep yang membatasi kerongkongan dan lambung lemah.
  1. Ulu hati yang sakit
    Banyak yang menduga bahwa jantung sedang dalam keadaan yang tidak baik. Padahal sebenarnya, terjadi aliran balik dari lambung ke kerongkongan, sehingga ulu hati terasa sakit.
  1. Penyakit jantung
    Mengkonsumsi daging kambing berlebihan mengakibatkan penimbunan lemak pada tabuh, bahkan sampai ke pembuluh darah. Penimbunan lemak pada pembuluh darah mengakibatkan kerja jantung semakin berat. Jantung yang bekerja lebih berat menjadi risiko penyakit jantung.
  1. Resiko kolesterol tinggi
    Kolesterol tinggi pada daging kambing mencapai 39 mg pada setiap 100 gram. Kolestrol tinggi menimbuklan penumpukan didalam tubuh sehingga beresiko penyakit kardiovaskular.
  1. Bahaya obesitas
    Kadar lemak jahat yang ada pada tubuh,penimbunan LDL mampu meningkatkan resiko bahaya obesitas. Jika penimbunan tersebut berada pada kawasan pembuluh darah, resiko lain yang muncul adalah penyempitan pembuluh darah. Hal ini berujung pada penyakit kardiovaskular.

Dan berikut cara mencegah bahaya mengkonsumsi daging kambing:

  • Mentimun
    Daging kambing yang banyak mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh yang banyak dapat berubah menjadi lemak jahat. Timun mampu menetralisir lemak jahat pada tubuh. Beberapa orang mengkonsumsi mentimun dengan cara di jus atau di buat minuman. Bahaya daging kambing memiliki unsur panas, sehingga sebaiknya di seimbangkan dengan yang dingin salah satunya timun.
  • Pengolahan dengan Sup
    Pengolahan daging kambing yang tidak sesuai dapat meningkatkan kolestrol. Sehingga perlu pengolah daging kambing yang pas dan tepat yang mampu mengurangi resiko penyakit. Salah satunya dengan cara memasak sup.
  • Konsumsi jus jeruk
    Jeruk seperti mentimun yang dapat menetralisir setelah memakan daging kambing. Jeruk juga berguna sebagai pembersih kerongkongan dari sisa lemak yang biasanya menempel di mulut anda.
  • Mencegah makanan manis setelah mengkonsumsi daging kambing
    Makanan manis merupakan makanan yang mengandung kalori. Jika anda tetap mengkonsumsi bersama daging kambing yang kaya akan lemak dan kalori, yang terjadi adalah tubuh anda malah menimbunya. Hasil dari timbunan kalori tersebut yang meningkatkan resiko obesitas. Dan resiko terburuk dari obesitas adalah penyakit kardiovaskular.
  • Seimbangkan dengan sayur
    Manfaat sayur sebagai penyeimbang lemak memang berguna. Ia mampu bekerja baik untuk menetralisir atau menghilangkan bau mulut setelah mengkonsumsi daging kambing. Selain itu, juga mampu menyeimbangi kadar kalori dalam tubuh anda. Sehingga tidak menimbulkan penumpukan kalori yang berlebihan.
  • Rutinitas olah raga
    Cara menghindari bahaya daging kambing jika anda adalah dengan melakukan olahraga secara rutin. Sebab kalori dalam tubuh akan dibakar bersama lemak berlebih.

 (by: Nana)

 

 

 

 

Referensi:

Susilawati, Murhadi, Agustina. Ragam asam asam lemak daging kambing dan sapi segar serta olahannya pada Lokasi Karkas yang Berbeda. Prosiding Seminar Agroindustri dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI Program Studi TIP-UTM. Universitas lampung.

http://halosehat.com/makanan/daging-berbahaya/bahaya-daging-kambing

https://www.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/siapa-bilang-lemak-dan-daging-kambing-berbahaya.htm#.WXHQIVExXIW

Share:

Related Post

Comments